Semen Acian Konvensional Atau Instan, Mana Yang Lebih Baik?

Acian merupakan salah satu proses konstruksi bangunan yang dilakukan setelah pengerjaan plesteran dinding. Fungsi dari dilakukannya acian untuk membuat pori-pori pada dinding tertutup serta memperhalus lapisan dari plesteran agar terlihat lebih rapi.

Pada umumnya, semen acian terdiri dari semen dan air yang dicampur menjadi satu. Ketebalan lapisan acian yaitu mulai dari 1 – 3 mm.

Untuk melakukan proses acian, diamkan plesteran selama ± 2 – 3 minggu. Hal ini bertujuan agar keretakan pada lapisan acian tidak terjadi. Pastikan lapisan plesteran sudah kering dan tidak mengalami penyusutan terlebih dahulu, serta lakukan proses acian dengan tepat.

Permasalahan yang dapat timbul pada acian yaitu:

  1. Retak pada lapisan acian
  2. Muncul noda pada acian dan cat

 

Mengenal Semen Acian Konvensional dan Instan

Lem kayu dan lem hpl Crona - skim coat e1617030378708

Semen acian yang banyak digunakan yaitu semen acian konvensional. Semen ini dapat digunakan untuk berbagai fungsi, seperti merekatkan bata, menjadi bahan plesteran, serta bahan acian.

Namun, saat ini penggunaan semen acian konvensional sudah berkurang. Hal itu dikarenakan oleh banyaknya masyarakat yang beralih pada semen acian instan, salah satunya yaitu Crona Skimcoat.

Bahan yang digunakan pada semen acian konvensional hanya terdiri dari semen PPC biasa. Sedangkan semen acian instan sudah diatur dengan baik dan terdiri dari semen, kapur, serta bahan aditif pilihan

Untuk pengaplikasiansemen acian konvensional campurkan beberapa bahan seperti pasir, semen dan air sesuai takarannya. Sedangkan, semen acian instan hanya membutuhkan air saja.

 

Perbedaan Semen Acian Konvensional dan Instan

Secara sifatnya, acian konvensional lebih tahan terhadap sinar UV, namun lebih getas dan kurang plastis sehingga resiko timbulnya retak rambut lebih besar. Sedangkan acian instan lebih plastis sehingga dapat mengurangi resiko retak rambut.

Jika dilihat dari waktu yang diperlukan semen acian untuk mengering, acian yang menggunakan semen konvensional membutuhkan waktu ± 6 hari. Sedangkan penggunaan acian instan hanya perlu menunggu selama ± 4 hari.

Tips untuk memastikan dinding anda sudah kering atau belum, letakkan telapak tangan pada permukaan dinding. Jika masih terasa dingin dan berembun, berarti dinding belum siap untuk dilakukan pengecetan.

 

Setelah membaca penjelasan diatas, kamu lebih pilih plester instan atau plester konvensional?

Table of Contents

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Lem kayu

Lem Kayu Yang Paling Populer Di Kalangan Pengrajin Kayu

Kamu sedang mencari jenis lem kayu yang populer di dunia pengrajin kayu? Pas banget nih, kali ini MinCro mau membahas tentang beberapa jenis lem kayu yang populer di kalangan pengrajin kayu.  Sebelum itu, banyaknya jenis lem kayu yang ada ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan bagi para pengrajin kayu, mulai dari butuh yang tahan solvent (cairan thiner) pada saat melakukan finishing, lem yang tahan air untuk kerajinan kayu eksterior, hingga kebutuhan launnya, Banyak banget kan? Hehehe    Beberapa Jenis Lem Kayu Yang Populer  Lem Alifatik  Jenis lem alifatik ini banyak digunakan para pengrajin kayu karena lem ini memiliki keunggulan yang sesuai untuk membuat kerajinan kayu yang ditempatkan di dalam ruangan, Lem ini berbeda dengan lem putih biasa, lem alifatik memiliki keunggulan yang cepar kering, hasil akhir sambungan kayu yang kuat, hingga punya perlindungan terhadap cairan solvent nih Sobat

Read More »
Arrow-up