Ini 3 Kesalahan Cara Menyimpan Lem Kayu!

lem kayu

Bagi para pengrajin ataupun tukang kayu, berurusan dengan lem kayu menjadi hal yang biasa. Karena untuk menyatukan kayu satu dengan kayu lainnya, selain menggunakan teknik penyambungan kayu yang kuat, pada umumnya lem tetap digunakan oleh pengrajin kayu.

Pencarian lem yang berkualitas selalu dicari untuk mendapatkan hasil karya yang terbaik agar penggunaan kerajinan kayu dapat tahan lama, dan untuk yang menjual kerajinan kayu mendapat kepercayaan dari para customer-nya.

Seperti yang kita ketahui, lem memiliki berbagai macam jenis yang bisa digunakan pada berbagai macam kebutuhan perakitan kerajinan kayu. Selain itu, lem yang dijual di pasaran juga memiliki kemasan yang beragam.

Untuk cara penyimpanan lem kayu, apakah kamu sudah melakukan dengan benar? Atau bagaimana jika saat selesai mengerjakan proyek perkayuan lem kayu masih bersisa? Harus dituang ke dalam kemasan lagi, atau gimana?

 

Kesalahan Cara Menyimpan Lem Kayu

Lem kayu dan lem hpl Crona - Untitled design 83 e1624636673275

Mengetahui cara penyimpanan lem kayu itu merupakan hal yang sangat penting. Karena hal ini akan berkaitan dengan kualitas lem selanjutnya. Untuk itu, pastikan kamu tidak melakukan kesalahan penyimpanan lem berikut ini:

Salah Menentukan Lokasi Penyimpanan

Kesalahan yang pertama yaitu menyimpan lem di lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Hal ini dapat mengurangi hingga merusak kualitas dari lem, karena bahan pembuatan yang terkandung pada lem dapat bereaksi jika langsung terkena sinar matahari

Tidak Menutup Rapat Kemasan

Terkadang, setelah selesai proses pengeleman, orang cenderung ingin langsung melakukan proses selanjutnya atau mengerjakan hal yang lain terlebih dahulu. Karena hal ini, penutupan kemasan lem dilakukan dengan asal atau tidak rapat.

Hal ini dapat membuat udara bisa masuk ke dalam kemasan dan lem pun akan gampang mengeras. Jika hal ini terjadi, penggunaan lem jadi sulit untuk dilakukan, kan?

Menggabungkan Lem Sisa dengan Lem Baru

Jika kamu menggunakan lem dengan kemasan besar, mungkin kamu akan menuang ke wadah / tempat lain agar pengeleman lebih mudah dilakukan. Nah, setelah lem yang ada di wadah lain bersisa, JANGAN kamu masukkan lem tersebut ke dalam kemasan lem.

Mengapa? Karena lem yang ada di wadah lain tersebut sudah terkontaminasi dengan udara, debu, dan hal lainnya yang membuat lem tersebut sudah memiliki kondisi yang berbeda dengan lem yang masih ada di dalam kemasan. Solusinya, pastikan kamu menggunakan lem kayu secukupnya dengan menyesuaikan kebutuhan kamu ya, agar tidak ada lem yang bersisa lagi

 

Itu dia beberapa kesalahan yang harus kamu hindari dalam menyimpan sebuah lem kayu. Jangan sampai salah ya!

 

Ayo dapatkan lem kayu Crona di toko partner terdekat!

Table of Contents

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Lem kayu

Lem Kayu Yang Paling Populer Di Kalangan Pengrajin Kayu

Kamu sedang mencari jenis lem kayu yang populer di dunia pengrajin kayu? Pas banget nih, kali ini MinCro mau membahas tentang beberapa jenis lem kayu yang populer di kalangan pengrajin kayu.  Sebelum itu, banyaknya jenis lem kayu yang ada ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan bagi para pengrajin kayu, mulai dari butuh yang tahan solvent (cairan thiner) pada saat melakukan finishing, lem yang tahan air untuk kerajinan kayu eksterior, hingga kebutuhan launnya, Banyak banget kan? Hehehe    Beberapa Jenis Lem Kayu Yang Populer  Lem Alifatik  Jenis lem alifatik ini banyak digunakan para pengrajin kayu karena lem ini memiliki keunggulan yang sesuai untuk membuat kerajinan kayu yang ditempatkan di dalam ruangan, Lem ini berbeda dengan lem putih biasa, lem alifatik memiliki keunggulan yang cepar kering, hasil akhir sambungan kayu yang kuat, hingga punya perlindungan terhadap cairan solvent nih Sobat

Read More »

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Arrow-up