Begini Cara Pengeleman Kayu Agar Hasil Maksimal

Sumber: canva.com

Dalam pembuatan sebuah kerajinan kayu, terdapat berbagai macam proses yang dilalui sampai pada kerajinan kayu selesai dibuat, mulai dari mencari ide, pemilihan jenis kayu hingga mengeksekusi ide. Beberapa macam ide yang dapat dijadikan kerajinan kayu diantaranya seperti membuat meja, rak, hiasan, tempat penyimpanan, serta kerajinan kayu lainnya.

Salah satu proses yang penting dilakukan adalah pengeleman kayu. Pengeleman kayu dilakukan untuk merekatkan kayu dengan kayu lainnya. Walaupun terdapat teknik penyambungan kayu (jointing) yang memiliki keeratan yang kuat, lem tetap dibutuhkan untuk membuat sambungan kayu semakin merekat.

 

Langkah-langkah Pengeleman Kayu

Proses pengeleman memang terlihat sepele atau mudah, tetapi untuk mendapatkan hasil pengeleman yang berkualitas, kamu perlu memperhatikan beberapa langkah yaitu:

1. Persiapan Adherent Lamina

  • Ketepatan ketebalan (thickness) toleransi selisih thickness ± 0,1 – 0,2 mm
  • Kadar air kayu (MC) < 12 %
  • Permukaan yang akan dilem, bebas dari sisa kayu, debu-debu, minyak dan kotoran/tanah
  1. Pengolesan lem pada permukaan Adherent

  • Spread rate yang baik di pengolesan 200 – 250 gr/m2
  • Pengolesan harus merata di serluruh permukaan yang akan direkatkan
  • Lakukan pengolesan dengan cepat
  • Aplikasi pengolesan lem bisa menggunakan hand roll coater (manual) atau dengan glue spreader (disarankan grooving glue spreader 10 – 16 bh/inch, dengan kedalaman 1 mm)
  1. Penyusunan Adherent siap untuk ditekan (assembly)

  • Lakukan pra assembly untuk hasil baik
  • Waktu penyusunan < 5 menit, lebih cepat lebih baik (minimalisasi open assembly)
  • Hindari pre curing
  • Hindari gelembung-gelembung udara pada lapisan perekat yang terbentuk
  1. Tekanan (Pressing)

  • Tekanan harus rata
  • Besar tekanan max = sg x 20 kg/cm2 min = sg x 15 kg/cm2
  • Indikator / alat ukur tekanan
  • Besar tekanan tergantung jenis kayu
  • Penanganan ekstra hati-hati setelah pressing
  • Squeeze / lelehan lem dibersihkan dengan cara discrub
  1. Aging Time

  • Tidak boleh dipanaskan atau udara panas dialirkan
  • Biarkan selama semalaman
  • Untuk test kayu lunak harus menunggu aging kurang lebih 3 hari dan 7 hari untuk kayu keras

 

Dengan mengikuti beberapa langkah pengeleman kayu diatas, kamu akan mendapatkan daya rekat yang maksimal untuk kerajinan kayu kamu. Langkah diatas dapat dilakukan pada kayu kering yang memiliki MC < 12%.

 

Semoga info ini bermanfaat buat kalian dan semangat berkarya

Table of Contents

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Lem kayu

Lem Kayu Yang Paling Populer Di Kalangan Pengrajin Kayu

Kamu sedang mencari jenis lem kayu yang populer di dunia pengrajin kayu? Pas banget nih, kali ini MinCro mau membahas tentang beberapa jenis lem kayu yang populer di kalangan pengrajin kayu.  Sebelum itu, banyaknya jenis lem kayu yang ada ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan bagi para pengrajin kayu, mulai dari butuh yang tahan solvent (cairan thiner) pada saat melakukan finishing, lem yang tahan air untuk kerajinan kayu eksterior, hingga kebutuhan launnya, Banyak banget kan? Hehehe    Beberapa Jenis Lem Kayu Yang Populer  Lem Alifatik  Jenis lem alifatik ini banyak digunakan para pengrajin kayu karena lem ini memiliki keunggulan yang sesuai untuk membuat kerajinan kayu yang ditempatkan di dalam ruangan, Lem ini berbeda dengan lem putih biasa, lem alifatik memiliki keunggulan yang cepar kering, hasil akhir sambungan kayu yang kuat, hingga punya perlindungan terhadap cairan solvent nih Sobat

Read More »
Arrow-up