Halo, Sobat Crona, pernahkan kamu berpikir bahwa kayu yang “disambung-sambung” dari potongan-potongan kecil justru bisa lebih kuat dari kayu solid?
Inilah salah satu fungsi kayu laminating yang banyak orang tidak tahu.
Kayu Laminating Itu Apa Sih? Kenalan Dulu, Yuk!
Secara sederhana, kayu laminating adalah produk kayu rekayasa yang dibuat dari beberapa kayu yang direkatkan satu sama lain menggunakan lem khusus, lalu di press dengan tekanan tinggi hingga membentuk satu kesatuan yang padat dan kuat.

Dan berikut MinCro sudah merangkum 7 fakta penting yang membuat kayu laminating bisa lebih kuat, lengkap dengan fungsi dan kegunaannya. Yuk, simak sampai habis!
7 Faktor yang Bikin Kayu Laminating Bisa Lebih Kuat
1. Kayu harus benar-benar kering sebelum ditempel
Ini aturan nomor satu yang nggak boleh dilanggar! Kayu yang akan dijadikan kayu laminating harus sudah kering dulu, bukan kayu yang masih basah atau lembab.
2. Cacat kayu tidak berkumpul di satu titik
Jadi, setiap kayu punya cacat alami, ada yang punya bintik hitam, (mata kayu), serat tidak lurus, dan ada retakan kecil, itulah titik lemahnya. Nah, kayu laminating menghindari titik lemah itu, karena di buat dari beberapa potong kayu yang ditempel jadi satu sehingga cacat yang terdapat pada kayu dapat di minimalisir.
3. Lem yang dipakai harus yang punya daya rekat kuat
Wajib gunakan lem yang daya rekatnya kuat, yang hasil sambungannya harus lebih kuat dari kayunya. Seperti Lem Crona 234 SR yang sudah teruji daya rekatnya.

4. Permukaan kayu harus raya
Kalau ada celah sekecil apapun di antara dua sambungan kayu, itu bakal jadi titik lemah. Makanya permukaan kayu harus diserut dulu sampai benar-benar rata tanpa celah, sambungan sekuat mungkin.
5. Ditekan / klem saat pengeleman
Setelah dilem, kayu ditekan pakai alat press /klem (durasi disesuaikan dengan ketentuan lem). Makin kuat tekanannya, makin dalam lem meresap. Inilah yang bikin sambungannya semakin kuat.

6. Jenis kayu harus sejenis
Jangan campur kayu keras dengan kayu lunak, karena keduanya punya karakter yang berbeda, seperti cara mengembang dan menyusutnya. Gunakan kayu yang satu jenis atau satu kategori, misal kayu jati dengan kayu jati, agar semua lapisan punya karakter yang sama.

7. Sambungan ujung pakai teknik “gerigi / finger jointing”
Ujung kayu yang dipotong membentuk gerigi atau finger jointing yang saling mengunci, seperti dua sisir yang dikaitkan. Hasilnya? sambungan yang jauh lebih kuat dari potongan lurus biasa.

Kayu Laminating Dipakai Buat Apa Aja?
Kayu Laminating ada dimana-mana, dari rumah kamu sampai gedung besar!
| Di Mana | Contohnya |
|---|---|
| Perabot Rumah | Meja makan, lemari, rak buku |
| Struktur Rumah | Balok atap, rangka pintu, tiang |
| Pintu & Jendela | Kusen, daun pintu, bingkai jendela |
| Gedung Besar | Balok utama, kolom, rangka atap |
Jadi, Sobat Crona…
Kayu laminating buka “kayu ngasal”, justru sebaliknya. Dengan 7 faktor di atas, kayu laminating bisa jadi material yang kuat, awet, dan lebih hemat dibanding kayu solid biasa.
Cocok banget buat kamu yang mau bikin furniture tahan lama atau renovasi rumah dengan budget lebih efisien, dan pastikan gunakan Lem Crona 234 SR ya!.

Lihat Video Tes Lem Crona 234 SR ini
Yuk Tanya MinCro Sekarang
Klik Toko Lem Kayu Crona 234 SR Terdekat
Semoga artikel dari MinCro bermanfaat. Sampai jumpa di pembahasan lainnya.
0 Comments